Ketua SMSI Surabaya Dukung Hari Kebebasan Pers, Tekankan Independensi dan Tanggung Jawab Wartawan
Foto: Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Surabaya, Iskandar Prabowo
Surabaya, LNM – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Surabaya, Iskandar Prabowo, menyatakan dukungan penuh terhadap peringatan Hari Kebebasan Pers Internasional yang digelar Aliansi Wartawan Surabaya dengan tema “Berani Berkarya, Berani Bertanggung Jawab.” Ia menegaskan peringatan ini harus menjadi momentum refleksi, bukan sekadar acara seremonial tahunan.
“Terhadap Hari Kebebasan Pers, kami sangat mendukung penuh. Namun jangan hanya diperingati secara seremonial semata,” ujarnya.
Ia menilai saat ini dunia pers tengah menghadapi berbagai tantangan serius di tengah derasnya arus informasi digital. Kehadiran media sosial, menurutnya, menjadi salah satu tantangan besar yang memengaruhi pola konsumsi informasi masyarakat.
Selain itu, berbagai kepentingan tertentu juga dinilai dapat membuka peluang bagi insan pers untuk tidak bersikap objektif dalam menganalisa, menulis, hingga menyampaikan sebuah pemberitaan kepada publik.
“Pers harus merdeka dari segala bentuk tekanan, termasuk iming-iming suap maupun kepentingan tertentu,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kebebasan pers wajib dibarengi dengan tanggung jawab profesi. Wartawan, kata dia, harus tetap memegang teguh kode etik jurnalistik, menjaga kejujuran, menghindari framing yang menyesatkan, serta tidak ikut menyebarkan hoaks demi kepentingan tertentu.
Menurut Iskandar, kebebasan pers harus dibarengi tanggung jawab profesi melalui kepatuhan pada kode etik jurnalistik, kejujuran, dan penolakan terhadap hoaks. Ia menilai integritas jurnalis menjadi kunci agar pers tetap dipercaya masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital dan berbagai tekanan kepentingan. (jo/red)
