AWS Gelar Pelatihan SEO untuk Jurnalis di Surabaya, Dorong Adaptasi Digital di Era Disrupsi Media
Surabaya, LNM – Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) menggelar pelatihan Search Engine Optimization (SEO) bagi jurnalis di DAFAM Pacific Caesar Surabaya setiap Sabtu dan Minggu selama Mei 2026.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi kerakyatan untuk memperingati Hari Jadi Kota Surabaya, dengan tujuan meningkatkan kemampuan digital jurnalis agar karya jurnalistik lebih mudah ditemukan di mesin pencari di tengah era disrupsi media.
Materi pelatihan SEO disampaikan oleh Fatchur Rohman dari Rumah Literasi Digital (RLD) Surabaya. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kemampuan digital bagi jurnalis di tengah derasnya arus informasi saat ini.
Menurut Fatchur, jurnalis tidak boleh lagi gagap teknologi karena informasi bergerak sangat cepat dari satu platform ke platform lainnya. Adaptasi terhadap perkembangan algoritma digital menjadi hal penting agar sebuah karya jurnalistik mampu bertahan dan mudah ditemukan pembaca di mesin pencari.
“Jurnalis tidak hanya menulis untuk hari ini saja, tetapi juga harus mampu menciptakan jejak digital yang bermanfaat untuk masa depan,” ujarnya, Sabtu (23/5)
Ia menjelaskan, kata kunci atau keyword menjadi pintu utama agar sebuah berita mudah ditemukan audiens melalui mesin pencari. Dalam praktik SEO, kata kunci dibagi menjadi dua jenis, yakni kata kunci pendek dan kata kunci spesifik.
Kata kunci pendek biasanya terdiri dari satu hingga dua kata yang bersifat umum. Jenis keyword ini efektif mendatangkan trafik tinggi karena sering digunakan pengguna internet saat mencari informasi. Namun, persaingan penggunaan kata kunci pendek juga sangat ketat karena dipakai banyak media besar dan situs populer.
Sementara itu, kata kunci spesifik dinilai lebih mampu menjawab kebutuhan pembaca secara langsung. Dalam konten berita, penggunaan keyword spesifik membuat artikel lebih relevan dengan intensi pencarian sehingga peluang ditemukan oleh target audiens menjadi lebih besar.
Selain meningkatkan keterbacaan di mesin pencari, penggunaan kata kunci spesifik juga membantu media menghadirkan informasi yang lebih tepat sasaran bagi pembaca yang benar-benar membutuhkan informasi tersebut.
Sementara itu Ketua AWS, Kiki Kurniawan, mengatakan saat ini AWS menjadi wadah bagi insan pers yang ingin meningkatkan kualitas diri, baik dalam kemampuan menulis maupun pemahaman dunia digital yang kini menjadi kebutuhan utama industri media.
Menurutnya, tantangan media online di era disrupsi semakin kompleks sehingga jurnalis dituntut tetap profesional dalam mengelola informasi dan mengikuti perkembangan teknologi.
“Kami percaya tidak ada kata terlambat untuk belajar. Selama mau terus melakukan upgrading, maka skill dan pengetahuan akan terus berkembang,” pungkasnya. (ali/red)
